Kepangeranan
Merdiko Praja
Mangkualaman
Menjaga warisan leluhur — membangun persatuan bangsa Preserving ancestral heritage — building national unity
Lembaga Adat
Bersejarah A Historic
Royal Institution
Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman adalah lembaga kebudayaan dan adat Jawa yang berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia — pewaris sah warisan kebudayaan Kadipaten Pakualaman yang didirikan pada 1813.
Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman is a Javanese royal and cultural institution based in Yogyakarta, Indonesia — the rightful heir to the cultural heritage of the Pakualaman Principality, founded in 1813.
Diakui secara sah oleh Pemerintah Indonesia melalui Permendagri No. 39 Tahun 2007, lembaga ini menjaga pusaka, tradisi, dan kesinambungan budaya Jawa untuk generasi mendatang.
Legally recognized by the Indonesian Government under Permendagri No. 39 of 2007, the institution preserves royal heirlooms, traditions, and the continuity of Javanese culture for future generations.
Baca Sejarah Lengkap Read Full History Para Penguasa
Praja Mangkualaman The Sovereigns of
Praja Mangkualaman
KGPAA Mangku Alam I Al-Haj
KPH H. Anglingkusumo · 1944–
Putra kedua Paku Alam VIII dari istri pertama. Pendiri Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman. Atlet panah nasional, pendiri Yayasan Notokusumo (1979). Lengser karena sakit.
Second son of Paku Alam VIII by his first wife. Founder of Mangkualaman. National archery champion, founder of Notokusumo Foundation (1979). Abdicated due to ill health.
KGPAA Mangku Alam II
KPH Adipati Wiroyudho · b. 27 Aug 1978, Jakarta
Penguasa Interim. Menantu Mangku Alam I. Pendiri & mantan Ketua MATRA. Keturunan Wisnuwardhana (Raja Singhasari) dan Sultan Muningsyah II. Akan menyerahkan tahta kepada Putra Mahkota saat usianya 21 tahun.
Interim ruler. Son-in-law of Mangku Alam I. Founder & former Chairman of MATRA. Descended from Wisnuwardhana, King of Singhasari. Will hand the throne to the Crown Prince at age 21.
"Simbol ketahanan budaya dan persatuan di era modern." "A symbol of cultural resilience and unity in the modern era."
KGPH Prabu Mahaputra Narendra
GRM SM. Syailendra Satria Sularso Narendra
Putra Mahkota yang ditetapkan oleh Mangku Alam I. Cucu Mangku Alam I. Akan dinobatkan sebagai Mangku Alam III saat mencapai usia 21 tahun.
Heir apparent decreed by Mangku Alam I. Grandson of Mangku Alam I. Will be crowned KGPAA Mangku Alam III upon reaching age 21.
"Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman adalah simbol ketahanan budaya dan persatuan di era modern — menjaga warisan leluhur sambil membangun jembatan persahabatan lintas kerajaan, lintas bangsa."
"Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman is a symbol of cultural resilience and unity in the modern era — preserving ancestral heritage while building bridges of friendship across kingdoms and nations."
— H.M. Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II
Penguasa Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman Sovereign of Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman
Upacara Adat
Kerajaan Sacred Royal
Ceremonies
Jamasan Pusaka
Ritual tahunan pencucian pusaka keramat — keris, tombak, dan payung kerajaan. Dipimpin Pepatih Dalem di Ndalem Wiroyudhan setiap bulan Sura.
Annual ritual cleansing of sacred royal heirlooms — keris daggers, spears, and ceremonial umbrellas. Led by the Pepatih Dalem at Ndalem Wiroyudhan each Sura month.
Setiap Tahun · Bulan Sura Annual · Month of SuraJumenengan
Peringatan tahunan penobatan penguasa. Gelar-gelar kebangsawanan diberikan kepada Sentono dan tamu kehormatan dari seluruh dunia.
Annual enthronement commemoration. Noble titles are conferred upon Sentono and honored guests from across Indonesia and abroad.
Tahunan · Januari Annual · JanuaryKekancingan
Wisuda pengangkatan Sentono baru. Penerima mendapat nama dan gelar keraton Jawa — dari Kanjeng Pangeran hingga Raden Rara Tumenggung.
Formal investiture of new Sentono into the royal family. Recipients receive Javanese court names and titles — from Kanjeng Pangeran to Raden Rara Tumenggung.
Investiture CeremonyNapak Tilas
Ziarah sejarah ke situs leluhur untuk menjaga hubungan spiritual dan silsilah. Digelar di Madiun, Jawa Timur (2022).
Historical pilgrimage to ancestral sites to maintain spiritual and genealogical connections. Conducted in Madiun, East Java (2022).
Historical PilgrimageKirab Suran
Pawai budaya menghormati pejuang Perang Jawa. Digelar di Magelang bersama komunitas lokal dan keturunan pasukan Pangeran Diponegoro.
Cultural parade honoring Java War resistance figures. Held in Magelang with local communities and descendants of Prince Diponegoro's forces.
Agustus · Magelang August · MagelangAnugerah Kekerabatan
Pemberian gelar kehormatan dan status kekerabatan kepada tokoh-tokoh terkemuka — dari kalangan budaya, agama, dan pemerintahan.
Granting of honorary titles and kinship status to distinguished figures from cultural, religious, and government circles.
Kinship Award CeremonyMATRA
Masyarakat Adat Nusantara
Didirikan pada 28 Juli 2017 di Candi Borobudur oleh KGPAA Mangku Alam II (sebagai KPH Wiroyudho), MATRA adalah salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yang menghubungkan kerajaan-kerajaan adat di seluruh Nusantara.
Founded on 28 July 2017 at Candi Borobudur by KGPAA Mangku Alam II (as KPH Wiroyudho), MATRA is one of Indonesia's largest civil organizations connecting traditional kingdoms across the archipelago.
MATRA bukan wadah berhimpun para raja — namun sebagai rasa hormat kami menempatkan para raja, datu, sultan, pemangku adat dan para ratu sebagai dewan penasihat, sementara semua lapisan masyarakat adalah anggota.
MATRA is not a gathering of kings — out of respect, kings, sultans, and customary guardians serve as advisors, while all layers of society are members.
Deklarasi MATRA
MATRA Declaration
Candi Borobudur, Magelang — deklarasi nasional, Mangku Alam II sebagai ketua pertama
Candi Borobudur, Magelang — national declaration, Mangku Alam II as founding chairman
Festival Adat Nusantara I
Klungkung, Bali — 211 kerajaan Indonesia + 30 kerajaan internasional
Klungkung, Bali — 211 Indonesian kingdoms + 30 international kingdoms
Festival Adat Nusantara II
Borobudur, Magelang — 264 kerajaan, delegasi Jepang & Brunei, Gubernur Ganjar Pranowo
Borobudur, Magelang — 264 kingdoms, delegates from Japan & Brunei, Governor Ganjar Pranowo
Anugerah Kekerabatan Priangan
Yogyakarta — 20 tokoh dari Pangandaran dan Jawa Barat
Yogyakarta — 20 distinguished figures from Pangandaran and West Java
Ndalem
Wiroyudhan
Jl. Harjo Winatan No. 6
Pakualaman, Yogyakarta
Indonesia 55166
Kediaman resmi sekaligus pusat kegiatan adat Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman. Seluruh upacara resmi — Jamasan Pusaka, Jumenengan, dan Anugerah Kekerabatan — diselenggarakan di tempat ini.
The official residence and ceremonial centre of Kepangeranan Merdiko Praja Mangkualaman. All formal ceremonies — Jamasan Pusaka, Jumenengan, and Anugerah Kekerabatan — are conducted here.
Hubungi Kami Contact UsPakualaman, Yogyakarta
Jl. Harjo Winatan No. 6